Reflexivity, Relativism, and Self-Refutation

  • Clemens Dion Yusila Timur London School of Economics and Political Science
Keywords: Strong Programme in the Sociology of Knowledge, Reflexivity Thesis, Relativism, Self-Refutation, David Bloor, determinism

Abstract

In this paper, I will examine whether the reflexivity thesis of David Bloor’s Strong Programme in the Sociology of Knowledge is self-refuting. I will argue that even though the relativism in the Strong Programme is self-refuting, I do not think Bloor’s reflexivity thesis implies relativism. By looking at the case of determinism, I intend to show that we can and should treat the reflexivity thesis independently of relativism. Therefore, the reflexivity thesis is not necessarily subject to self-refutation objection.

Abstrak

Dalam tulisan ini, saya akan membahas apakah tesis refleksivitas dalam Program Kuat Sosiologi Pengetahuan yang diusung oleh David Bloor mengimplikasikan penyanggahan diri. Saya hendak berargumen bahwa kendati relativisme yang diimplikasikan Program Kuat menyanggah dirinya sendiri, saya tidak melihat tesis refleksivitas
yang diusung Bloor per se mengimplikasikan relativisme. Dengan merujuk pada contoh determinisme, saya ingin menunjukkan bahwa tesis refleksitivitas dapat dan semestinya diperlakukan secara terpisah dari relativisme. Dengan demikian, tesis refleksivitas tidak dapat serta-merta menjadi sasaran argumen yang menyoal penyanggahan diri.

Published
2022-10-06
How to Cite
Clemens Dion Yusila Timur. (2022). Reflexivity, Relativism, and Self-Refutation. DISKURSUS - JURNAL FILSAFAT DAN TEOLOGI STF DRIYARKARA, 18(2), 151-163. https://doi.org/10.36383/diskursus.v18i2.316